20 Nov 2006

Menyusup Misa di paroki X


Dua minggu lalu, demi sebuah keperluan yang maha penting, aku dan PGT memutuskan untuk ikutan misa. PGT, my lovely partner (luckily he isn’t a devoted catholic) kelihatan sedikit grogi. Ini bakal jadi kali pertamanya setelah bertahun-tahun tahun gak pernah menginjakkan kaki ke gereja.

“Puji Syukur” sebuah buku yang berisikan nyanyi-nyanyian akhirnya kami beli di toko buku GA setengah jam sebelum misa dimulai. Sebelum sampai, PGT juga menyediakan seribu rupiah buat Kolekte. Saat kutanya kenapa seribu, jawabnya singkat “gereja udah kaya”

Kami tiba pukul 5pm, persis sebelum misa dimulai. PGT ambil air suci (?) dan membuat tanda salib. Tadinya ia mengajak duduk didalam, tapi gue berhasil menemukan spot sejuk diluar pakai kursi plastik. Didalam sudah mulai penuh.

Dan dimulailah,

Aku lupa urutannya, pokoknya ada nyanyi, rata-rata sudah hafal meski ada juga penunjuk digital di dinding yang menunjukkan kita sedang menyanyikan lagu nomor berapa dari buku Puji Syukur itu. Lalu ada pengumuman-pengumuman….

Amat khidmat

Setelah beberapa saat, ada ceramah…PGT hapal, dia bilang “nah ini dia!....Saudara-saudara” pastor mengawali ceramahnya. Inti dari ceramahnya adalah mengenai seorang katolik yang hilang kekatolikannya ditengah perjalanan.

Pastor kasih contoh:

Ada sebuah cerita dimana seorang pemuda katolik mencintai seorang gadis, namun gadis itu tidak seiman dengannya. Sang pemuda karena amat taat akhirnya memutuskan tidak jadi menikahi gadis tersebut. Tapi akhirnya sang gadis bersedia berpindah iman dan menjadi katolik sehingga mereka berdua menikah. Lanjut cerita, mereka berdua kemudian berkeluarga. Kebetulan di kantor, lelaki ini jatuh cinta lagi pada sekretarisnya yang berbeda Iman, sehingga saking mabuk kepayangnya, lelaki ini pindah agama. Inilah yang disebut dengan seorang katolik yang hilang kekatolikannya ditengah jalan, ……………….(nilai sendiri ya heheheh, takut salah komentar ntar dikira SARA)

Lalu setelah ceramah selesai, ada sesi akan dibacakannya satu ayat suci dari alkitab. Terus semua orang bikin tanda salib di jidat, mulut dan hati. Ada juga ritual tangan yang menyembah (untuk ritual ini PGT gak mau ikutan), kalau gue sih pokoknya ikut-ikutan aja ahh….(ampe diketawain ama PGT) duduk, diri, duduk, bikin tanda salib, menyembah, masukin duit kolekte.

Terus menerima komuni (kalo ini gue gak berani maju ikutan, abisnya takut salah hihihi)

Dan usailah,

Apa ya….. Bukan bermaksud untuk bercanda dengan agama yang diyakini oleh banyak orang, tetapi selama ini gue berada di lingkaran orang-orang dekat (keluarga, sahabat dan teman2) yang bhineka. Maria Goretti, pernah jadi nama depan nyokap gue…. Bokap, di KTP Islam tapi sekolahnya katolik dari SD – SMA, dan shalat Ied juga baru 4 kali. Kayaknya bokap kejawen, walaupun pernah mengajari gue jadi Budha  Jadi, sah-sah aja tho kalau gue menyusup ke gereja hihihihi

Btw, PGT punya ide untuk mengasah terus kemampuan berbahasa inggris kami dengan cara mengikuti misa yang di khususkan bagi ekspatriat. Aku dah liat jadwalnya, dan salah satunya diselenggarakan di St Theresia hari Sabtu jam 4pm.

Aku terbahak, membayangkan di kotak kolekte nanti hanya akan ada dua lembar seribuan (dari aku dan PGT) di antara dolar dan uang puluhan ribu.

Oke siapa mau gabung menyusup?

Tidak ada komentar: