13 Des 2006

Ssst, Jangan Bilang Siapa-siapa ya....?!!



Ssst, jangan bilang siapa-siapa (JBSS)….?!




Salah satu momen paling menyebalkan bagi gue adalah saat dimana ada seorang kawan memulai kalimatnya dengan “say, gue mau cerita sesuatu nih...tapi jangan bilang siapa-siapa ya”, dan momen saat gue bercerita dan kemudian terpaksa harus mengakhirinya dengan kalimat ”tapi sumpah lu ya jangan bilang siapa-siapa

Sesaat gue merasa senang karena ada teman yang mempercayakan sebuah cerita rahasia kepada gue dan dapat info gres dari sumber terpercaya, tapi selanjutnya, berasa terhina....ughh dipikirnya gue penebar gossip apa pake pesen kayak gitu segala?.

Betapa banyak pelajaran dan contoh kejadian yang pernah gue dapat dari satu kalimat ini.

Pertama,

waktu di SMA teman gue bergosip soal kakak kelas yang dicurigai sering check in (hahahahaha anak cere geneee....), meski temen gue sudah wanti-wanti supaya JBSS tapi gue cerita ke sahabat rumah gue donk yang satu kelas ama si tukang check in itu. Keesokan paginya, gue malah hampir jambak-jambakan ama si tukang check in karena dia mepet gue ke tembok (kok teman gue malah aman ya? Heheheheh), guru BP panggil gue dan tkg check in ke kantor untuk diceramahi selama tiga jam.

Lesson learned: Kalau berkelahi jangan dekat-dekat kantor kepala sekolah jek

Kedua,

setelah dapat cerita curhat pribadi JBSS dari seorang teman (sebut saja si X) tiba-tiba beberapa hari kemudian ada seorang teman (yang ini sebut saja Z) datang dan langsung ber JBSS mengenai kisah si X. Lah iki piye si..??? Padahal si X bilang cuma cerita ke gue, but apparently si X cerita ke banyak orang nih…..Lalu apa rahasianya kalo gitu ??? ko bilang JBSS ama semua orang hihihihi

Ketiga,

Gue ber JBSS ke seorang teman baik tentang hal amat pribadi yang gue perbuat, the next day….cerita itu nyampe ke penjuru

Indonesia

bahkan ampe luar negeri…bayangpun!

Keempat,

Ada sahabat (skrg sdh jadi mantan sahabat), yang selalu ber JBSS tentang romantikanya. I love her very much....so at that time, I tried very hard to keep my mouth close. But then, gossip-gossip yang beredar mengenai sahabt gue ini sudah berkeliaran gak keruan….sampai akhirnya gue merasa harus menjadi juru selamatnya dengan menceritakan hal-hal yang –ternyata memang- diinginkan oleh publik. Instead of compliments, dia malah membenci gue setengah mati

De el el sederet pengalaman lainnya

Jadi If I can conclude:

JBSS itu berarti: ssst….ini cerita rahasia looo tapi seru juga kalau tersebar diam-diam hehehhe

Buat Tunggal, kalau elu ber JBSS ke orang, yah tanggung saja konsekuensinya ya….

So friendas, felaz, guys!

Trust me!

Don’t you ever say JBSS again to me,

You know what?

Coz (for the sake of madness), I’ll do the opposite HUAHUAHAHAHAHAHA

Confession from the devil

Tidak ada komentar: